Kejati Sumut Amankan Direktur CV. Vini Vidi Vici DPO Kasus Tipikor

indonesiasatu, 24 Apr 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

MEDAN-Kejaksaan  Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berhasil mengamankan Ir. Henry H. Panjaitan yang merupakan DPO (Daftar Pencari Orang) dalam kasus tindak pidana korupsi, pada hari Selasa (23/04/2019) sekira Jam 7.30 Wib, dari sebuah warung kopi di Jalan Sei Silau Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, yang dilakukan tim intelijen Kejati Sumut yang dipimpin langsung Asintel Kejati Sumut.

Terpidana Ir. Henry H Panjaitan adalah Direktur pada CV. Vini Vidi Vici dan merupakan terpidana dalam tindak pidana korupsi pada pembangunan kios darurat pasar Horas Pematang Siantar TA. 2002 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 741.210.000,- (tujuh ratus empat puluh satu juta dua ratus sepuluh ribu rupiah).

Kepala seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Sumanggar Siagian, SH, MH, menuturkan, "Untuk perkara ini telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1565 K/Pid/2004 tanggal 14 Juni 2005 dengan pidana penjara 4 tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp. 247.070.000 (dua ratus empat puluh tujuh juta tujuh puluh ribu rupiah).

"Apabila tidak dibayar dalam waktu 1 (satu) bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang guna membayar uang pengganti tersebut dengan ketentuan terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun", tutur Kasi Penkum Sumanggar Siagian, dalam siaran Persnya, pada hari Selasa siang (23/04/2019).

Kemudian Kasi Penkum Sumanggar Siagian juga menjelaskan, bahwa terpidana Ir Henry Panjaitan diamankan ketika terpidana sedang sarapan di Jalan Sei Silau Kec. Medan Sunggal Kota Medan, Sumatera Utara dimana tim intelijen telah mengikuti keberadaan DPO dari rumahnya menuju warung makan yang tidak jauh dari rumah terpidana di Jalan Sei Asahan Dalam No.15 F Kec. Medan Sunggal Kota Medan, Sumatera Utara.

Setelah DPO selesai sarapan, Asintel Kejati Sumut langsung memerintahkan anggota intelijen untuk melaksanakan pengamanan ditempat, dan terpidana menyerah dan tidak melakukan perlawanan (Koperatif).

Sementara itu, masih kata Sumanggar kembali mengatakan, "Jika dari pihak Tim Intelijen Kejati Sumut secara intensif sudah melakukan penulusuran (Profiling) terpidana sejak awal Februari 2019 dimana saat dilakukan penelusuran KTP ternyata DPO pernah melakukan rekam e-KTP dan telah merubah identitas yang bersangkutan, yaitu tempat lahir yang semula Kota Cane menjadi Pekan Baru, kemudian tahun kelahiran yang seharusnya 1966 dirubah menjadi 1967, serta merubah alamat rumah tempat tinggal yang semula di Jl. Karet Raya No.119 Perumnas Simalingkar Kec. Medan Tuntungan Kota Medan menjadi Jl. Sei Asahan Dalam No.15F, Kel. Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal."

Berdasarkan keterangan terpidana, sejak diketahui tahun 2004 turunnya Putusan Mahkamah Agung yang bersangkutan langsung melarikan diri ke Jakarta di daerah Glodok berdagang yang, akhirnya kembali lagi ke Medan sekitar tahun 2011.

Sumanggar juga mengungkapkan, bahwa terhadap DPO telah dilakukan pemanggilan yang patut menurut hukum sebanyak 3 kali namun DPO tidak mengindahkan pemanggilan sehingga statusnya telah ditetapkan DPO oleh Kejari Pematang Siantar sejak tahun 2008 dan surat Kepala Kejaksaan Negeri Pematang Siantar No. B-190/N.2.12/Fu.1/08/2008 tanggal 26 Agustus 2008 perihal pendataan buronan dalam perkara tindak pidana korupsi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Menurut penuturan Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak menyebutkan, bahwa Jaksa Agung Muda Intelijen telah mengeluarkan Program Tangkap Buronan Tabur 31.1 untuk Tahun 2019 sampai hari ini telah berjumlah 52 orang dan untuk Sumut sudah berhasil mengamankan DPO sebanyak 2 orang.

"Untuk di Sumut sudah berhasil diamankan DPO sebanyak 2 orang ditahun 2019 ini," sebut Asintel Kejati Sumut, Leo kepada sejumlah media.

Ditengah-tengah penjelasannya yang berlangsung tersebut, oleh Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak menghimbau dan menegaskan agar para DPO Kejati Sumut yang berkeliaran dan bersembunyi ditempat tertentu diluar sana, agar sukarela menyerahkan diri, karena tidak ada tempat bagi DPO buat bersembunyi di Sumatera Utara.

"Jadi kita minta secara tegas bagi para DPO Kejati Sumut yang berkeliaran dan bersembunyi ditempat tertentu diluar sana, ya supaya dengan baik-baik saja untuk menyerahkan diri, karena tidak ada tempat bagi DPO buat bersembunyi di Sumatera Utara," pinta Leo Simanjuntak dengan tegas.

Disamping itu juga, Leo Simanjuntak juga menyampaikan harapan kepada masyarakat agar peran sertanya untuk melaporkan keberadaan para DPO bila mengetahui keberadaannya.

"Kita juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk melaporkan keberadaan DPO bila mengetahui keberadaannya," pungkas Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak dihadapan sejumlah awak media. Ade 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu